Tips Agar Masa Panen Sukses Bagian 2

Senada dengan Bonjok, Iman mengatakan, imunisasi perlu dilakukan karena sifatnya memang untuk melindungi benih atau pencegahan sejak awal. Petani, imbuh dia, dapat melakukan seed treatment dengan aplikasi Marshal 25DS. Dengan bahan aktif karbosulfan, insektisida ini diaplikasikan tepat saat benih berkecambah. Caranya, setelah direndam semalaman, benih kemudian dicampur Marshal 25DS dengan dosis 25 g/kg benih. Keunggulan produk ini adalah bisa langsung dicampur dengan benih dan melindungi benih hingga semai. “Ini efektif 15-20 hari melindungi pembibitan dari serangga,” terang Iman.

Waspadai Ancaman OPT Persiapan tanam yang baik dan benar bisa dimulai dari pengolahan tanah, pemilihan varietas unggul, perlakuan benih, pemupukan berimbang, hingga pencegahan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Saat masa vegetatif, tanaman padi rentan terserang OPT. Padahal periode ini sangatlah penting karena padi mulai memproduksi anakan. Semakin banyak anakan yang produktif, semakin banyak malai-malai yang terisi. Memasuki musim tanam pada musim hujan, cuaca cenderung berubah tak menentu. Bonjok menyebut, OPT yang akan menyerang dalam situasi seperti ini akan sulit diprediksi.

Ia mengulas, November tahun lalu masih terdapat serangan wereng batang cokelat (WBC) di pertanian padi daerah Bogor, Jawa Barat. Padahal menurutnya, bulan tersebut sudah masuk musim hujan di sana. Prediksi serangan hama penyakit bisa saja keliru. Untuk itu, ia meminta petani selalu waspada. “Prinsipnya, jangan anggap penting suatu hama penyakit setelah ada kejadian. Ini ibarat memadamkan kebakaran.

Sebaiknya mencegah hal-hal yang memicu potensi itu,” bahasnya. Sementara itu, Iman memaparkan, wereng dan penggerek batang masih menjadi hama yang paling sering menyerang padi di samping tikus. Ia memprediksi serangan penggerek batang akan tetap ada di daerah-daerah yang sudah endemis. Sedangkan wereng, semakin sulit diperkirakan serangannya.

Untuk penggerek batang, tegas Iman, wajib dikendalikan sejak awal lantaran dari 10% gejala yang tampak, sejumlah itu pula kerugian yang akan menimpa petani, bahkan lebih. Jika tidak dikendalikan sejak dini, penggerek batang bisa membuat petani terpaksa menanam ulang akibat terjadinya sundep. Sundep terjadi pada padi muda yang anakannya rusak ditandai dengan warna cokelat dan mati.