Profil Rosa Dahlia II

http://109.199.119.180/ Tapi bekerja di balik meja tak sejalan dengan nuraninya. Hanya tiga bulan bekerja, Rosa mengundurkan diri. Rosa lalu bertekad melayani anak-anak di pedalaman Tanah Air. Bergabung dengan program Satu Buku untuk Indonesia, ia datang kembali ke Binaiya. Tujuannya adalah mengirimkan 1.000 buku untuk anak-anak di sejumlah desa yang terletak di sekitar lereng gunung. Sesama petualang ACI asal Magelang, Farchan Noor Rachman, dalam blognya pada 15 April 2014 menyebut Rosa sebagai suluh bagi anak-anak Binaiya.

”Susah payah (Rosa) datang kembali demi pendidikan untuk mereka, tak minta balas kecuali harap agar anak-anak Binaiya lebih mengenal dunia.” Indah Hati tak heran terhadap pengembaraan adik bungsunya yang kini menambatkan hati di Papua itu. Demi kecintaannya kepada anak-anak, Rosa yang terkenal tomboi ini rela berjalan jauh, naik-turun lembah, demi mencapai lokasi kerja. Rosa, kata Indah, adalah sosok yang ia banggakan karena rela mengajar banyak hal untuk anak-anak Papua meski tak dibayar. ”Kami sudah mewakafkan dia untuk Papua, seperti mimpinya menjadi terang bagi Papua,” ujar Indah dalam laman Facebooknya. Pada kesempatan libur Natal tahun lalu, di tengah keluarga besarnya di Magelang, Rosa pamit untuk melanjutkan pengembaraannya di Kabupaten Asmat. Mulai Juni tahun depan, ia dikontrak untuk mengembangkan sekolah alternatif di wilayah pesisir selatan Papua hingga lima tahun mendatang.