Potensi Bisnis Sawit di Indonesia

Demikian harapan para pengusaha kelapa sawit sekembali dari konfe rensi akbar The 11th In ter – national Palm Oil Con – ference & 2016 Price Outlook (IPOC 2015) di Bali Nusa Dua Con vention Center, Bali, 25-27 November silam. Konferensi yang menurut Mona Surya, Wakil Ketua Gabungan Peng usaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dihadiri 1.010 orang dari 22 ne ga ra ini mengangkat tema penting “The Fund and the Future of Palm Oil lndustry”.

Anjlok 30%

Dua tahun terakhir bisnis sawit tidak menggairahkan. Menurut Joko Supri – yono, Ketua Umum GAPKI dalam sam butan pembukaan IPOC 2015, se – jak tahun lalu harga minyak sawit mentah (CPO) turun tajam karena mele – mah nya permintaan dari negara peng – impor, anjloknya harga minyak bumi, dan berlebihnya suplai minyak nabati lain di pasar dunia. “Rata-rata harga CPO periode Ja – nuari-Oktober 2015 hanya mencapai US$584 per ton turun dari US$821 per ton pada periode yang sa – ma 2014 atau turun sebesar 30%,” ungkap Joko. Meskipun harga rendah, ekspor CPO tak terdong – krak juga lantaran terja – dinya pelambatan ekonomi di negara-negara pa – sar tradisonal CPO.

Tak cukup sampai di situ, In – do nesia juga dilanda ke – bakaran hutan dan lahan yang dipicu fenomena El Nino. Berdasarkan data global – forest.com, sekitar 10%-nya berada di konsesi perkebunan sawit. Industri sawit, lanjut dia, menyerap 4 juta tenaga kerja atau 16 juta orang bila dihitung dengan keluarganya, berperan dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan dan membangun dae rah di lokasi perkebunan. Yang kalah penting, “Minyak sawit merupakan peng hasil devisa terbesar di luar mi nyak dan gas bumi yang pada 2014 kurang lebih US$21 milliar atau 13,4%. Karena itu, “Ka – mi mengusulkan agar sawit ditetapkan menjadi komoditas strategis,” tandas Jo – ko di hadapan Wa pres Jusuf Kalla yang ju ga hadir membuka secara resmi IPOC kali ini. Wapres pun sepakat de – ngan pandangan GAPKI. “Kelapa sawit merupakan komoditas yang bernilai strategis karena sawit ti dak hanya untuk kepen tingan korporasi tetapi juga sebagai sumber de visa untuk kemaslahatan yang dapat meningkat kan kesejahteraan masya rakat,” ujarnya.