Potensi Bisnis Sawit di Indonesia Bagian 2



Harga Membaik

Menyikapi lesunya bisnis sawit, pe – me rintah melalui Badan Pengelola Da – na Perkebunan (BPDP) Sawit me – ngutip pungutan dari ekspor produk sawit dengan besaran US$50 – US$10 per ton tergantung jenis produknya. Joko mengakui, dalam jangka pendek kebijakan pemerintah tersebut akan mengurangi keuntungan petani dan pengusaha hulu perkebunan. Namun dalam jangka menengah dan panjang diharapkan kebijakan ini akan membawa manfaat bagi semua. Menurut Bayu Krisnamurthi yang tampil sebagai pembicara utama da – lam IPOC 2015, dana sawit digunakan untuk mendukung penggunaan bio – diesel, peremajaan kebun sawit rakyat, pemberdayaan petani kecil, riset, pela – tihan, edukasi, promosi, dan advokasi.

BLU yang efektif bekerja sejak 16 Juli 2015 ini telah mendukung program pemanfaatan biodiesel B15 sekitar 223 ribu kiloliter (KL) sampai 25 No vem – ber 2015. “Dan sebanyak 1,8 juta KL untuk periode November 2015-April 2016 sehingga totalnya akan men capai 7 juta KL sepanjang 2016 senilai Rp11 triliun,” papar Direktur Utama BPDP Sawit tersebut. Apalagi bila Indonesia serius dalam mengimplementasikan B20 tahun depan, pasokan minyak sawit ke pasar dunia berkurang sehingga harga akan pulih. “Program B20 akan menjadi ‘game changer’ (penentu harga) harga CPO bila pasar biodiesel Indonesia melebihi ekspektasi pasar sebanyak 2,5 juta – 3,5 juta KL dan mencapai skenario langit biru dengan konsumsi 7 juta KL atau 23% dari total produksi CPO Indonesia,” komentar Ivy Ng, Regional Head of Plantation, Deputy Head, Research CIMB Malaysia. Tambahan lagi, Indonesia dan Malay sia, dua pemasok utama minyak sawit mengalami kekeringan dihantam El Nino yang bikin produksi ber – kurang.