Pengolahan Rumput Laut Harus Lebih Maksimal

Pengolahan Rumput Laut

Hingga saat ini Indonesia masih kokoh sebagai produsen dan eksportir bahan baku rumput nomor satu dunia. Bahan baku rumput laut dalam bentuk kering, ada juga bentuk chip, karaginan, dan agar-agar yang mayoritas diproduksi dalam skala industri pengolahan. Di sisi lain, perkembangan pasar ekspor rumput laut ternyata mulai diikuti perkembangan pasar dalam negeri.

Seperti diungkapkan Pakar rumput laut Prof Jana Anggadiredja, selama ini pasar rumput laut dalam negeri masih terbatas dalam bentuk agar-agar, padahal jika serius dikembangkan diversifikasi produk olahan rumput laut dapat menarik perhatian konsumen dalam negeri. Terbukti apa yang dilakukan para pengolah rumput laut skala Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung dalam Rumput laut Center (RLC) mampu membuka pasar dalam negeri, kata Jana.

UKM Rumput Laut
Lebih lanjut Jana menjelaskan, para pengolah rumput laut skala UKM sudah bisa menyerap bahan baku rumput laut yang kemudian diolah dalam berbagai produk seperti keripik, minuman, kerupuk, stik, jeli, dodol, bakso, nuget, sirup, dan produk lainnya yang kebanyakan untuk makanan. Proses pengolahan yang dilakukan juga cukup sederhana. Dari hasil surveinya ke anggota RLC, Jana menggambarkan, kebanyakan pengolah menggunakan bahan baku berupa rumput laut kering yang awalnya dicuci dan digiling sampai menjadi tepung.

Tapi jangan salah tepung yang dimaksud buka level semi refine karaginan atau refine karaginan yang harus melalui proses lebih rumit. Setelah menjadi tepung, bahan baku tersebut bisa diolah menjadi beragam bentuk produk atau bahan campuran makan, kata Jana. Ada juga pengolah yang sudah menggunakan bahan baku semi refine karaginan untuk membuat produk olahnya. Jana mengapresiasi apa yang dilakukan para pengolah rumput laut UKM di berbagai daerah ini.

Mereka mengembangkan usaha murni inisiatif karena melihat potensi atau peluang bisnis, sejauh ini belum ada program pemerintah yang mendukung pengembangan usaha para pengolah tersebut, kata Jana bangga. Jana menilai, dengan berkembangnya usaha pengolahan rumput laut skala rakyat ini, konsumen dalam negeri disajikan punya banyak pilihan produk yang tentunya dengan harga masih terjangkau. Kalau ini terus didorong dan makin besar maka budaya makan rumput laut bisa meningkat. Kemudian otomatis pasar dalam negeri ikut meningkat.

Ia coba membuat hitungan, tidak muluk-muluk katakanlah satu tahun, satu orang Indonesia makan makanan berbasis rumput laut misalnya rumput yang terpakai nya sekitar 1 kg. Kalau 100 juta orang makan makanan rumput laut sudah 1 juta kg. “Berapa ton kan yang bisa terserap. Tapi memang harus ada upaya promosi, katanya. Jana menggambarkan, saat ini sudah ada pengolah rumput laut UKM yang mampu memproduksi produk olahan sampai rata-rata 3 ton per bulan.

Tentu angka ini jauh jika dibandingkan produksi skala industri, namun lanjutnya, yang patutu diperhatikan adalah jaringan usaha skala UKM ini mampu memberikan benefit dan membuka peluang usaha bagi banyak masyarakat Indonesia. Jana mengingatkan, perkembangan pasar produk olahan rumput laut dalam negeri juga perlu diimbangi dengan proses pengolahan yang sesuai standar higienis. Jangan lupa ini adalah produk makanan yang harus diperhatikan level kebersihan dan kesehatan produknya. Kedepan perlu mulai diajukan perizinan kesehatan dan standar lainnya supaya kualitas produk lebih terjamin, dalam hal ini perlu bimbingan dan dukung an dari pemerintah daerah dan pusat, tegas Jana.

Menurut Jana yang juga dewan pembina RLC, sejuah ini tidak kurang dari 100 produk olehan rumput laut sudah mampu diproduksi anggota RLC di berbagai daerah. Ia coba mendorong pihak industri besar dalam negeri untuk bisa bekerjasama dengan para pengolah ini agar bisa mensuplai bahan baku dan terus mengembangkan berbagai formulasi rumput laut. Sehingga tidak terbatas untuk produk makanan bisa produk lain seperti campuran sabun.

UKM di setiap lokasinya harus di bekali dengan genset solar agar hasil pengolahanya menjadi lebih maksimal. Kenapa genset ? Sebab kita masih sering terkendala pada pemadaman listrik, hal ini menyebabkan beberapa mesin yang memerlukan listrik tidak berfungsi dan berdampak pada menurunya hasil produksi. Jika menggunakan genset diesel yanmar terbaik maka masalah terhadap listrik dapat teratasi dan produki meningkat.