Peluang AHY dan Abdul Somad Menguat

Peluang Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan penceramah Abdul Somad sebagai calon wakil Prabowo Subianto menguat. Juru bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan AHY menjadi pertimbangan karena memiliki basis dukungan generasi milenial.

Selain itu, AHY sudah memiliki kendaraan politik yang bisa mendongkrak dukungan. Sedangkan Abdul Somad dipertimbangkan karena memiliki popularitas cukup tinggi dan merupakan tokoh di luar partai yang bisa diterima oleh seluruh partai anggota koalisi. “Mas AHY punya potensi dan ustad Abdul Somad juga punya potensi,” kata Andre kepada Tempo, kemarin.

Selain AHY dan Abdul Somad, masih ada sejumlah nama lain yang masuk daftar calon wakil Prabowo. Mereka adalah Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Dalam waktu dekat para pemimpin partai pengusung—Partai Gerindra, Demokrat, PAN, dan Partai Keadilan Sejahtera—bakal bertemu untuk membahasnya. Kemarin, Majelis Syuro PKS menggelar rapat istimewa. Salah satu hasilnya adalah mengikuti hasil rekomendasi ijtima’ Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama.

Rekomendasi itu berisi dua paket pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni Prabowo SubiantoSalim Segaf atau Prabowo Subianto-Abdul Somad. Direktur Pencapresan DPP PKS, Suhud Alynudin, mengatakan Abdul Somad sangat berpeluang menjadi solusi perbedaan calon wakil presiden yang diusung masing-masing partai. “Bisa menjadi titik temu komunikasi partaipartai pendukung,” kata dia. Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, berujar bahwa sejak awal partainya meminta Prabowo memilih ketua umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai calon wakil presiden.

Kendati demikian, apabila Prabowo tak memilih Zulkilfi, ia berharap calon wakil presiden itu diambil dari tokoh di luar partai. “Kalau bisa dari eksternal, seperti ustad Abdul Somad, Gatot Nurmantyo, atau Anies Baswedan,” kata dia. Adapun Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan, bila Prabowo memilih AHY sebagai wakil presiden, partainya akan bergerak optimal, termasuk pendanaan kampanye. “Kalau soal dana kampanye itu kan pasti ada.

Yang jelas, seluruh kader Partai Demokrat akan ikut berpartisipasi militan menyukseskan pasangan itu,” kata dia, kemarin. Meski begitu, Syarief mengatakan partainya menyerahkan pemilihan calon wakil presiden sepenuhnya kepada Prabowo. Menurut peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsyudin Haris, besar kemungkinan Prabowo memilih AHY.

Sebab, saat ini kubu AHY yang lebih memiliki cadangan logistik. “Dengan berkoalisi dengan Partai Demokrat, Prabowo mendapatkan jaminan dukungan logistik itu. Asalkan AHY sebagai calon wakil presiden,” ujarnya. “Kenapa Prabowo menunda pemilihan calon wakil presiden, saya menduga sangat kuat ada hubungannya dengan komitmen dukungan logistik.”