Diusung JOSS untuk Dampingi Jokowi Susi Pudjiastuti: Anak Muda Boleh Bermimpi

PANGANDARAN] Nama Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), ikut meramaikan kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2019. Berbagai kalangan membentuk relawan JOSS, Jokowi-Susi Pudjiastuti. Dalam kunjungan ke Taman N a s i o n a l C a g a r A l a m Pangandaran, Sabtu (4/8), perempuan yang selalu tampil ceria itu disambut para wisatawan untuk foto bersama dan memberikan dukungan. “Kami harap Ibu bisa menjadi wapres,” kata seorong ibu asal Bandung sambil membungkuk dan mendekatkan kepalanya ke telinga Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Saat itu, Susi baru saja berenang di Laut Pangandaran. Harapan serupa disampaikan sejumlah rombongan wisatawan dari Bandung, Purwakarta, dan Karawang yang mengunjungi Taman Nasional Cagar Alam Pangandaran hari itu.

“Kalau Ibu menjadi cawapres, kami orang Jawa Barat siap menangkan JOSS,” kata seorang pemuda asal Purwakarta. Susi hanya tersenyum. “Anak-anak muda bermimpi boleh saja,” ujar pendiri dan pemilik maskapai penerbangan Susi Air saat diminta tanggapan soal calon wakil presiden Jokowi. Susi mengaku tidak tahu-menahu soal pencalonan dirinya menjadi cawapres meski relawan JOSS sudah menggadang-gadang pasangan Jokowi-Susi. “Saya tidak pernah tahu siapakah mereka yang mengusulkan saya. Saya tidak pernah jumpa mereka. Saya hanya tahu dari media massa dan medsos,” jelas menteri yang mengawal karier sebagai pedagang udang dan ikan di Padalarang itu. Ketika ditanya pers, apakah ia siap ketika dukungan JOSS menguat, Susi tersenyum.

“JOSS itu bukan partai. Kita punya konstitusi. Tapi, kalau anak-anak muda itu bermimpi kan boleh saja,” ungkap Susi. Pendaftaran pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2019 sudah dibuka Sabtu, 4 Agustus, dan ditutup Jumat, 10 Agustus 2018. Pekan depan, Senin hingga Jumat malam adalah hari-hari paling sibuk dan penuh ketegangan bagi para pendukung pasangan yang hendak bertarung. Petahana, Jokowi, sudah dipastikan ikut kontestasi meski cawapresnya beum ditetapkan. Sedang lawannya, belum jelas meski nama Prabowo Subianto sudah disebut-sebut sebagai capres, di antaranya oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seusai pertemuannya dengan Prabowo pekan lalu. Di kubu Jokowi, ketegangan juga meningkat karena nama cawapres yang belum diputuskan. Jokowi pernah mengisyaratkan calon pendampingnya adalah orang yang berinisial “M”. Isyarat ini membuat para tokoh yang namanya dinominasi oleh partai pendukung dan masyarakat mendapat angin harapan.

Mereka yang berinisial “M” dan namanya disebut-sebut sebagai bakal calon wapres Jokowi adalah Muhammad Jusuf Kalla (yang kini wapres), mantan Ketua Mahkamah Konsititusi Mahfud MD, Ketua MUI Mar’uf Amin, dan Jenderal (Pur) Moeldoko y a n g k i n i k e p a l a S t a f Kepresidenan. Dari kalangan partai, ada nama Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Partai Golkar Meski tidak berinisial “M”. Kinerja Susi Sedangkan di luar nama-nama berinisial “M” dan ketua partai pendukung, Susi dijagokan oleh masyarakat. Sejak awal tahun, relawan JOSS sudah mulai terbentuk di sejumlah wilayah. Mereka menaruh harapan pada sosok Susi yang dinilai sederhana, tidak mengada-ada, membumi, dan total membela rakyat. Dalam tiga tahun terakhir, ia membuat KKP sebagai kementerian yang menonjol, banyak diberitakan, dan menunjukkan prestasi. Setelah kapal-kapal asing dilarang beroperasi di perairan Indonesia, tangkapan nelayan meningkat. Nilai ekspor ikan meningkat dan surplus neraca perdagangan sektor perikanan membesar. Nama Susi semakin santer disebut-sebut sebagai salah satu kandidat cawapres ketika ia mengikuti ujian persamaan SMA di Padalarang dan meraih nilai tertinggi se-Jabar. Ijazah SMA Susi lantas dikaitkan dengan pilpres. “Tidak ada kaitan. Ujian persamaan itu semata-mata wujud karakter saya yang selalu suka tantangan,” ujarnya.