Tips Agar Masa Panen Sukses Bagian 3

Serangan biasanya terjadi pada fase vegetatif karena titik tumbuh dimakan larva penggerek batang. “Implikasinya besar, petani jangan baru bertindak setelah kejadian (trouble fixing) atau malah menunggu dampaknya setelah 120 hari,” harapnya. Untuk melindungi tanaman padi dari ancaman penggerek batang, petani sebaiknya memilih insektisida yang bisa memberikan perlindungan dengan durasi panjang. Hal ini dijelaskan Iman lantaran penggerek batang dapat menyerang pada semua stadium pertumbuhan padi.

Berkaca pada kasus tersebut, Iman mengutarakan, FMC memiliki dua insektisida yang bisa diandalkan, yakni Ferterra 0,4GR dan Prevathon 50SC. Ferterra memberikan perlindungan dari serangan peng gerek batang seawal mungkin. Ferterra cukup diaplikasikan dua kali dalam satu musim. Dengan dosis 8 kg/ha, penggunaan Ferterra bisa dicampur dengan pupuk dan aplikasi pertama pada 7-10 hari setelah tanam (HST) untuk mengendalikan sundep. Aplikasi berikutnya pada umur 35-45 HST supaya tidak mematikan malai.

Petani juga bisa mengaplikasikan Prevathon sebanyak 3 ml/l air dengan volume semprot 250 l/ha. Insektisida berbahan aktif klorantraniliprol 50 g/l ini bisa diaplikasikan dua kali selama musim tanam, yaitu pada umur 21 dan 28 HST. Sedangkan untuk wereng, Iman mengungkapkan, wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) sudah menjadi daerah endemik. Serangan wereng tetap ada meskipun musim tanam telah berganti. Hama ini pun merupakan salah satu vektor virus yang menyerang tanaman padi dan bertahan pada jaringan tanaman yang masih hidup.

Serangan wereng bisa menyebabkan padi seperti terbakar menjadi kering dan pertumbuhan yang kerdil. Sebagai solusi pengendalian, sebaiknya lahan pertanaman padi dikeringkan untuk mengurangi kelembapan saat ada serangan hama. Untuk pencegahan, petani dianjurkan memperhatikan Pengendalian Hama Terpadu (HPT). “Penting juga untuk sanitasi lingkungan seperti membersihkan gulma,” jabarnya. Petani, lanjutnya, bisa menggunakan Stargate 600 SC di persemaian.

Dengan bahan aktif clothiaidin 600 g/l, petani cukup mengaplikasikannya dengan dosis 300 ml/ha, terbilang rendah. Penerapannya bisa dengan cara semprot, kocor, dan perlakuan benih. Stargate cepat terserap oleh tanaman, memiliki efek yang tahan lama dan tidak mudah tercuci oleh air hujan. Penggunaan insektisida ini pun bisa mengendalikan hama yang resisten terhadap insektisida lainnya.

Tips Agar Masa Panen Sukses Bagian 2

Senada dengan Bonjok, Iman mengatakan, imunisasi perlu dilakukan karena sifatnya memang untuk melindungi benih atau pencegahan sejak awal. Petani, imbuh dia, dapat melakukan seed treatment dengan aplikasi Marshal 25DS. Dengan bahan aktif karbosulfan, insektisida ini diaplikasikan tepat saat benih berkecambah. Caranya, setelah direndam semalaman, benih kemudian dicampur Marshal 25DS dengan dosis 25 g/kg benih. Keunggulan produk ini adalah bisa langsung dicampur dengan benih dan melindungi benih hingga semai. “Ini efektif 15-20 hari melindungi pembibitan dari serangga,” terang Iman.

Waspadai Ancaman OPT Persiapan tanam yang baik dan benar bisa dimulai dari pengolahan tanah, pemilihan varietas unggul, perlakuan benih, pemupukan berimbang, hingga pencegahan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Saat masa vegetatif, tanaman padi rentan terserang OPT. Padahal periode ini sangatlah penting karena padi mulai memproduksi anakan. Semakin banyak anakan yang produktif, semakin banyak malai-malai yang terisi. Memasuki musim tanam pada musim hujan, cuaca cenderung berubah tak menentu. Bonjok menyebut, OPT yang akan menyerang dalam situasi seperti ini akan sulit diprediksi.

Ia mengulas, November tahun lalu masih terdapat serangan wereng batang cokelat (WBC) di pertanian padi daerah Bogor, Jawa Barat. Padahal menurutnya, bulan tersebut sudah masuk musim hujan di sana. Prediksi serangan hama penyakit bisa saja keliru. Untuk itu, ia meminta petani selalu waspada. “Prinsipnya, jangan anggap penting suatu hama penyakit setelah ada kejadian. Ini ibarat memadamkan kebakaran.

Sebaiknya mencegah hal-hal yang memicu potensi itu,” bahasnya. Sementara itu, Iman memaparkan, wereng dan penggerek batang masih menjadi hama yang paling sering menyerang padi di samping tikus. Ia memprediksi serangan penggerek batang akan tetap ada di daerah-daerah yang sudah endemis. Sedangkan wereng, semakin sulit diperkirakan serangannya.

Untuk penggerek batang, tegas Iman, wajib dikendalikan sejak awal lantaran dari 10% gejala yang tampak, sejumlah itu pula kerugian yang akan menimpa petani, bahkan lebih. Jika tidak dikendalikan sejak dini, penggerek batang bisa membuat petani terpaksa menanam ulang akibat terjadinya sundep. Sundep terjadi pada padi muda yang anakannya rusak ditandai dengan warna cokelat dan mati.

Tips Agar Masa Panen Sukses Bagian 1

Hal-hal yang memicu serangan hama penyakit pada tanaman padi sebaiknya dicegah, bukan “dipadamkan” ketika sudah menyerang pertanaman. T ahun ini Kementerian Pertanian membidik target produksi padi mencapai 84 juta ton gabah kering giling. Presiden Joko Widodo berkeinginan agar produksi beras nasional harus surplus dan mampu swasembada. Namun fakta di lapangan, di tingkat petani masih banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari pemilihan benih, mengatasi serangan OPT, hingga penanganan panen dan pascapanen.

Memasuki musim tanam, biasanya petani menyiapkan waktu dua minggu sebelum kegiatan tanam untuk melakukan pembajakan, pembibitan dan persiapan lainnya. Iman Segara, Crop Manager FMC Agricultural Manufacturing berujar, dilihat dari segi intensitas, kegiatan petani meningkat di awal musim mengingat banyaknya hal fundamental yang mesti dilakukan. “Ketika petani itu missed (luput) dalam melakukan hal penting pada awal masa tanam, maka konsekuensinya ada di akhir,”. Persiapan dari Awal Tingginya serangan hama penyakit pada satu musim seharusnya dapat diminimalkan sejak awal. Asalkan, persiapan tanam dilakukan secara cermat. Persiapan tanam beserta perawatan tanaman mampu meningkatkan produksi.

Dengan persiapan tanam yang tepat, target yang diinginkan akan tercapai. Iman mengungkapkan, di samping pengendalian hama, agro manajemen (manajemen pertanian) sedemikian penting dilaksanakan. Di lain kesempatan, Bonjok Istiaji, Pengelola Klinik Tanaman IPB, secara konsisten menyuarakan agar ketahanan ekologis tanaman dikuatkan terlebih dulu. “Ketika ketahanan pertanaman sawah dikuatkan, mau gangguannya seperti apapun, akan relatif aman terhadap hama penyakit,” ungkap Bonjok. Kemudian, ia juga menyarankan untuk mengembalikan jerami ke lahan, paling sedikit setengah dari total yang ada dan tidak dibakar, melainkan dibusukkan.

Menurut Bonjok, sebaiknya jerami tidak dibakar karena akan menghilangkan unsur penting yang dibutuhkan tanah. Petani pun dimintanya lebih memperhatikan benih yang ingin digunakan. Sebab, tak jarang penyakit timbul akibat terbawa atau tersebar dari benih. Sementara untuk imunisasi benih yang berupa seed treatment (perlakuan terhadap benih), bisa dengan memanfaatkan plant growth promoting rhizobacteria (PGPR). “Seed treatment bisa merangsang pertumbuhan tanaman, memperkuat kekebalan tanaman. Bisa dengan bakteri yang dibuat atau dengan produk-produk komer sial yang sudah ada,” jelas Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB Bogor ini.