Putri Gayatri

P UTRI kelas II sekolah menengah per tama saat mulai mengkritik pernikahan usia anak—ketika teman sekelasnya berhenti ke sekolah untuk menikah. Menu rut Putri, dampak pernikah Gayatri masih duduk di – – – an usia anak sangat luas: dari putus sekolah, risiko kekerasan dalam rumah tangga, hingga risiko kematian ibu dan bayi. Dalam Undang-Undang Pernikahan, usia minimal perempuan untuk menikah adalah 16 tahun. ”Masih saya perjuangkan untuk dinaikkan standarnya,” katanya. Sejak dini, ayahandanya memang menanamkan agar ia bermanfaat untuk orang lain.

Melalui organisasi nonpemerintah, Save the Children, ia pun melakukan advokasi dan diskusi tentang pernikahan usia anak. ”Sekecil apa pun tindakannya, saya ingin punya dampak untuk orang banyak,” ujar Putri, Jumat pe- kan lalu. Aktivitas itu membawanya ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-70 di New York, Amerika Serikat, saat usianya 15 tahun. Di sana, ia menyuarakan keberatannya atas pernikahan usia anak. Kini ia 16 tahun, kelas I Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjaran, dan mulai memperlihatkan perhatiannya kepada penyandang disabilitas.

Dia ingin semua anak memiliki hak yang sama dalam pendidikan dan memperoleh perlakuan yang sama. ”Sekarang sudah ada teman difabel bersaing normal di sekolahku,” kata Putri. Ratna Yunita dari Save the Children memuji komitmen dan keberanian Putri. Dia paling menonjol dibanding temanteman seusianya. ”Dia punya potensi jadi role model,” ujar Ratna.

J A N N A H GURU ANAK-ANAK TRANSMIGRAN

H ANYA dasar tapi mengajar anak-anak sekolah menengah pertama dan bertahan 17 tahun. Jannah membuka Rumah Pintar di Desa lulus sekolah Rantau Panjang di Paser, Kalimantan Selatan, pada 1999. Waktu itu usianya baru 18 tahun. Jannah dan suaminya, Syamsul Arifin, baru pindah dari Tabalong, kabupaten lain di provinsi itu. Di tanah transmigrasi itu, mereka mendapat lahan rumah 100 meter persegi dan 2 hektare untuk bertani. Di kampung itu, Jannah melihat anak-anak transmigran yang datang lebih dulu luntang-lantung sepulang sekolah. Ia mengajak mereka belajar mengaji dan sopan santun di rumahnya. Syamsul mengajari mereka selepas asar. Karena jumlah murid bertambah dari hari ke hari, ruang belajar pindah ke musala.

Jumlah murid terus bertambah dan ”sekolah” Jannah-Syamsul kian terkenal. Pemerintah Paser mendengarnya dan memberi bantuan Rp 200 ribu per enam bulan untuk operasional, termasuk buat membeli buku dan alat tulis. Sementara suaminya mengajarkan AlQuran, Jannah mengajari murid-muridnya adab dan sopan santun. Mengajarnya tak memakai teori. ”Mengajarkan kebaikan tak perlu pendidikan,” kata lulusan SD Masingai 1 di Tabalong ini. Anak-anak menyukai cara Jannah mengajar. Waktu belajar setiap hari, kecuali Jumat. Ini hari khusus yang disediakan perempuan 35 tahun itu untuk mengajarkan mengaji bagi ibu-ibu di kampungnya. Jannah mengajari penduduk di desanya seraya berkebun sehari-hari. Dari bertani itulah Jannah-Syamsul menghidupi tiga anak mereka. Pada 2011, datang ke Rantau Panjang anak-anak muda yang dikirim Indonesia Mengajar. Mereka menyarankan Jannah mendirikan Rumah Pintar agar kegiatan belajar terfokus. Tempatnya di belakang rumah dengan biaya bangunan dari Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan Kabupaten Paser

Profil Rosa Dahlia II

http://109.199.119.180/ Tapi bekerja di balik meja tak sejalan dengan nuraninya. Hanya tiga bulan bekerja, Rosa mengundurkan diri. Rosa lalu bertekad melayani anak-anak di pedalaman Tanah Air. Bergabung dengan program Satu Buku untuk Indonesia, ia datang kembali ke Binaiya. Tujuannya adalah mengirimkan 1.000 buku untuk anak-anak di sejumlah desa yang terletak di sekitar lereng gunung. Sesama petualang ACI asal Magelang, Farchan Noor Rachman, dalam blognya pada 15 April 2014 menyebut Rosa sebagai suluh bagi anak-anak Binaiya.

”Susah payah (Rosa) datang kembali demi pendidikan untuk mereka, tak minta balas kecuali harap agar anak-anak Binaiya lebih mengenal dunia.” Indah Hati tak heran terhadap pengembaraan adik bungsunya yang kini menambatkan hati di Papua itu. Demi kecintaannya kepada anak-anak, Rosa yang terkenal tomboi ini rela berjalan jauh, naik-turun lembah, demi mencapai lokasi kerja. Rosa, kata Indah, adalah sosok yang ia banggakan karena rela mengajar banyak hal untuk anak-anak Papua meski tak dibayar. ”Kami sudah mewakafkan dia untuk Papua, seperti mimpinya menjadi terang bagi Papua,” ujar Indah dalam laman Facebooknya. Pada kesempatan libur Natal tahun lalu, di tengah keluarga besarnya di Magelang, Rosa pamit untuk melanjutkan pengembaraannya di Kabupaten Asmat. Mulai Juni tahun depan, ia dikontrak untuk mengembangkan sekolah alternatif di wilayah pesisir selatan Papua hingga lima tahun mendatang.

Profil Rosa Dahlia I

Kota-Bunga.net T ENGAH hampir tiba saat lima anak berusia tujuh tahun menumpuk buku di meja yang terletak di tengah ruangan. Di luar masih hujan. Tapi Rosa Dahlia menyuruh anak-anak itu lekas pulang. Guru di Distrik malam Lualo, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, ini khawatir esok hari mereka terlambat datang. ”Besok kami akan mandi di mata air,” kata Rosa, Jumat dua pekan lalu. Aktivitas ini menggantikan jadwal menonton film yang semestinya dilakukan setiap Sabtu. Kegiatan itu batal karena laptop Rosa tertinggal di Poga. Jaraknya sekitar tiga jam berjalan kaki dari Lualo. Di tengah musim hujan, tanah lempung yang menghubungkan Poga dan Lualo berubah menjadi lumpur. Hampir satu tahun alumnus Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, ini menjadi pengajar di sana. Ia bukan guru honorer. Keberadaannya di desa yang masih terisolasi dari listrik itu atas kemauannya sendiri. Bersama rekannya, Andreas Wahyu, perempuan kelahiran Magelang, Jawa Tengah, ini menyulap bangunan perpustakaan seluas 35 meter persegi menjadi tempat belajar sekaligus tempat tinggal. Itu sebabnya, meski sudah larut malam, perpustakaan tak pernah sepi dari anakanak. Meski sudah di luar jam sekolah, anak-anak terus berdatangan.

”Biasanya datang sejak sore untuk membaca atau sekadar bermain,” ujarnya. Tapi Rosa selalu mewanti-wanti, ”Kalau mau ke sini di luar jam sekolah, bantu dulu Ibu-Bapak di rumah.” Sebelum mengajar di Lualo, bungsu dari lima bersaudara ini sudah menjadi guru bahasa Indonesia di Poga. Ia lolos seleksi program mengajar sebuah lembaga swadaya masyarakat yang didirikan Yohanes Surya—bekerja sama dengan pemerintah daerah Lanny Jaya. Rosa sempat ditempatkan di Tiom selama satu tahun, lalu pindah ke Sekolah Dasar Inpres Poga setahun berikutnya. Meski sama-sama di Lanny Jaya, kondisi Poga jauh berbeda dengan Tiom. Selain tak ada listrik, sarana surat-menyurat ke desa yang terletak 80 kilometer dari pusat Kota Wamena ini bisa dibilang tak ada. Situasi itu tak menyurutkan semangat Rosa. Ia lalu mendirikan Honai Pintar Poga, pusat informasi dan belajar masyarakat. Bekerja sama dengan komunitas Satu Buku untuk Indonesia, perempuan 29 tahun ini mendatangkan ratusan buku ke Poga. Masalah datang pada Juni tahun lalu. Rosa diberhentikan dari tugasnya setelah menghadiri pelatihan guru di Jakarta. Alasan pemecatan tak jelas. ”Mereka cuma bilang, sebagai koordinator, Ibu Guru Rosa tidak bisa mengikuti sistem,” kata Hibronius Neno, kawan seperjuang an Rosa di Poga, yang ditemui di Wamena, Sabtu dua pekan lalu. Padahal, menurut Hibronius, Rosa cukup terbuka dan tidak egoistis. Rosa sudah jatuh cinta pada Papua. Perempuan berkulit sawo matang ini pantang mundur dan tak mempersoalkan pemecatan itu. Tekadnya mengabdi di sana sudah bulat. Itu sebabnya, ia berlabuh di Lualo, yang terletak di ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut. Alasannya: melayani anak-anak yang memiliki semangat belajar. Apalagi sekolah di Lualo sudah lama tak beroperasi karena tak ada guru yang mau mengajar di sana. Rosa memutuskan menetap di Lualo menggunakan dana pribadi. Untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah, ia menggalang dana dari penjualan kaus #honaipintar di Jawa. Ia sesekali mendapat sumbangan dana—termasuk tas, alat tulis, dan makanan—dari teman-temannya. l l l MENJADI guru tak pernah terlintas di benak perempuan bernama lengkap Rosa Dahlia Yekti Pratiwi ini.

Semasa di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, Rosa termasuk anak badung. Ia kerap dipanggil guru bimbingan dan konseling karena sering berkelahi dan memalak teman sekolah. ”Kalau aku jadi guru, nanti murid-muridku nakalnya sama seperti aku dulu,” kata Rosa sambil terbahak Perjumpaannya dengan buku Sokola Rimba pada 2007 mengubah pandangannya. Perempuan yang menghabiskan masa kecilnya di Magelang ini sadar bahwa guru tak melulu bekerja formal di dalam kelas. Butet Manurung, yang mengabdi di tengah suku Anak Dalam, Sumatera, menjadi panutannya akan sosok guru. ”Kisah Butet Manurung adalah turning point saya. Guru bisa mengajar di mana saja, termasuk di pedalaman,” ujarnya. Kecintaan pada anak-anak mendorong Rosa—saat itu baru menjalani tahun kedua di universitas—ikut serta dalam sejumlah komunitas belajar-mengajar. Salah satunya Perkampungan Sosial Pingit di Yogyakarta, yang membantu anak-anak jalanan belajar membaca dan menulis. Kakak kedua Rosa, Indah Hati Kusumawati, mengatakan adiknya memang memiliki perhatian besar terhadap anak-anak. Mundur dari komunitas Pingit, kegiatan Rosa tak lantas berhenti. Pada 2011, mimpinya bertualang ke daerah pedalaman dimulai.

Kali ini Indah yang mendorong Rosa mendaftarkan diri pada kegiatan Aku Cinta Indonesia (ACI). Indah ketika itu tengah menginap di tempat kos Rosa— saat berkunjung ke Yogyakarta. ”Entah kenapa, waktu itu saya yakin dia pasti keterima,” kata Indah saat dihubungi pada Senin pekan lalu. Keberuntungan berpihak pada Rosa. Ia berhasil masuk daftar 60 petualang ACI setelah menyisihkan 750 pendaftar lain dari seluruh Indonesia. Proyek ini mengantarkan Rosa menjalani ekspedisi 12 hari mendaki Gunung Binaiya di Maluku. Lulus kuliah pada 2012, Rosa melamar sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di Yogyakarta.

Kirim Cokelat dalam Menu Catering Nasi Box Jakarta II

Dilarang Pesan Setelah Pukul 10.00

Bagaimana membedakan orang Italia asli dan turis? Salah satunya dengan melihat pesanannya. Orang Italia tidak pernah memesan kapucino di atas pukul 10.00. Memesan kapucino pada makan siang adalah pelanggaran etiket makan Italia. Tak usah heran bila pelayan langsung cemberut begitu Anda memesan kapucion setelah makan siang. Mengapa begitu? Orang Italia percaya, meminum susu segar yang terkandung di sebagian besar kapucino, akan mengganggu alat pencernaan kita.

Nama Bir Untuk Anjing Cara orang memberi nama hewan peliharaan mereka tentu berbeda-beda. Tetapi sedikit banyak pasti berhubungan dengan hobi atau kesukaan. George Washington, mantan presiden Amerika Serikat, misalnya, memberi nama anjingnya, Drunkard, Tippler, dan Tipsy, gambaran orang yang mabuk. Tak usah heran George Washington dikenal sebagai penggemar bir dan wine

Asal Nama “Kapucino” Sebagian orang masih percaya bahwa asal kata “kapucino” berhubungan dengan tudung jubah para biarawan Fransiskan/Capuchin yang didirikan abad ke-16. Kata Cappuccio dalam bahasa Italia, memang berarti topi. Lantas apa hubungannya tudung dengan kopi nan lezat itu. Dahulu, lapisan foam di atas kapucino dibuat melembung mirip topi para biarawan itu. Sampai sekarang orang Italia yang tradisional masih membuat kapucino dengan tampilan menggelembung.

Kirim Cokelat dalam Menu Catering Nasi Box Jakarta

Kirim Cokelat dalam Menu Catering Nasi Box Jakarta  Sebuah survei menyebutkan setiap tahun,  paling tidak terjual 35 juta cokelat di hari valentin. Cokelat tersebut umumnya dibeli untuk dibingkiskan kepada orang yang dikasihi. Mereka bisa kekasih, ibu, ayah, atau seorang lainnya. Tetapi sungguh mengejutkan, menurut penelitian yang sama, 15 persen dari jumlah 35 juta itu ternyata adalah wanita yang membeli cokelat untuk dikirimi kepada dirinya sendiri! Tak jelas tujuannya. Entah untuk merayakan valentin atau pura-pura punya kekasih yang mencintai mereka.

Sayap Ayam Laris Di Kalifornia

Di Amerika Serikat, chicken wing jadi kudapan ringan di bar atau saat menonton televisi bahkan juga saat pertandingan. Di Kalifornia, contohnya . Para penggemar Carolina Panthers (klub foot ball Amerika Serikat) menghabiskan 26 persen penjualan chicken wings dari seluruh sisa penduduk Amerika Serikat. Banyak sekali, bukan?

Pasta Dan Keju Saja

Julius Caesar , pemimpin di Roma yang sangat legendaris itu ternyata doyan makan pasta. Tetapi bukan seperti orang Roma pada umumnya yang menyantapnya bersama saus. Julius hanya menyantap pasta bersama parutan keju.

Girl Scout Cookie

Pernah dengar biskuit bermerek “Girl Scout Cookie”? Jangan kaget, biskuit ini sudah ada sejak tahun 1917 di Amerika Serikat. Sesuai mereknya, kukis ini memang dijual oleh para pramuka di Amerika. Tujuannya menggalang dana untuk kebutuhan kegiatan mereka. Awalnya dibuat dari resep rumah tangga. Namun setelah tahun 1936, sudah dibuat oleh pabrik. Tetapi penjualannya tetap dilakukan dari rumah ke rumah oleh para pramuka. Tahun 2007 penjualan tradisional seperti itu bisa menghasilkan 200 juta kota per tahun. Tahun ini penjualan dilakukan lebih modern menggunakan sistem online. Belum ketahuan tentu saja cara ini akankah berhasil meningkatkan penjualan atau malah menurunkan penjualan mengingat orang tidak merasa “terpaksa”.

Cokelat Hati Valentine

Terbesar Agaknya hari Kasih Sayang jadi perhatian dunia dan cokelat jadi lambing hari Kasih Sayang ini. Tahun 2004, contohnyha, Hotel Conrad Bangkok menciptakan cokelat bentuk hati terbesar yang dibuat dari biji kakao kualitas terbaik dengan kandungan 72 persen kakao. Beratnya 922 kilogram. Dibuat lebih dari 21 hari oleh 8 orang yang bekerja sepanjang hari, di bawah arahan chef pastri, Gregor Pfaff, eksekutif pastry cheff di situ. Sebanyak 1100 kilogram cokelat yang digunakan untuk membuatnya. Cokelat superbesar itu agaknya berhasil menarik perhatian orang dan sesuai dengan tujuannya untuk menonjolkan hari Kasih Sayang.

Hati Ampela Masak Merah Untuk 8 Porsi

BAHAN: 8 pasang hati ampela ayam 200 gram usus ayam, direbus untuk talinya 1.000 ml santan dari 1 butir kelapa 1 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk, disobek-sobek 1 batang serai, dimemarkan

BUMBU HALUS: 8 buah cabai merah 6 butir bawang merah 1 sendok teh ketumbar 2 cm jahe 2 cm lengkuas 2 sendok teh garam 2 sendok teh gula jawa

CARA MEMBUAT: 1. Ikat hati ampela ayam dengan usus ayam. Sisihkan. 2. Didihkan santan, bumbu halus, daun salam, daun jeruk, dan serai sambil diaduk sampai harum. 3. Masukkan hati dan ampela ke dalam rebusan santan. Masak sambil diaduk sampai kental.

Daging Masak Cabai Serai Untuk 4 Porsi

BAHAN: 200 gram daging sandung lamur, dipotong 2 1/2 cm 150 gram kikil lembaran agak tebal, dipotong 2 cm 6 butir bawang merah, diiris halus 3 butir bawang putih, diiris halus 8 buah cabai rawit hijau, diiris halus 4 buah cabai rawit merah, dimemarkan 3 batang serai, diiris halus 1 buah tomat, dipotong 1/2 sendok teh terasi 11/4 sendok teh gula merah 2 sendok teh garam 600 ml air 1 sendok makan minyak goreng, untuk menumis

CARA MEMBUAT: 1. Panaskan minyak di atas api sedang. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, dan serai sampai harum. Masukkan tomat dan terasi. Aduk rata. 2. Masukkan daging dan kikil. Aduk rata hingga berubah warna. Tambahkan garam, gula merah, dan air sedikit – sedikit. Aduk sampai matang dan meresap.

Memilih wireless router dengan storage atau network attached storage (NAS) II

Teknorus.com – Hal ini hanya memungkinkan jika Anda menggunakan router yang memiliki slot USB dan fasilitas media center. Jika Anda memiliki budget yang cukup, sebaiknya beli perangkat, seperti ASUS RT-N14UHP yang harganya terjangkau atau ASUS RT-AC68U/Linksys AC1900 yang sudah menggunakan standar AC. Adapun, standar AC merupakan standar Wi-Fi terbaru dan tercepat, sehingga bisa Anda jadikan investasi untuk beberapa tahun ke depan.

Baca juga : Gudang Movie

Jangan lupa, jika Anda ingin agar PC desktop dapat menangkap Wi-Fi, Anda harus memastikan feature motherboard yang digunakan, karena ada yang mendukungnya secara native. Jika tidak, maka Anda perlu mengeluarkan kocek tambahan kisaran seratus ribu untuk membeli Wi-Fi Adapter standar a/b/g/n, atau menambah beberapa ratus ribu lagi untuk yang sudah menggunakan standar AC. Wi-Fi adapter ini tersedia dalam bentuk internal (di-install pada PCI / PCI Express) ataupun USB.

Perhatikan pula posisi PC Anda. Pasalnya, jika diletakkan di bagian yang tertutup, penerimaan signal dari Wireless Router akan terganggu. Selain Wireless Router, untuk melengkapi jaringan, Anda juga bisa menggunakan NAS atau Network Attached Storage. Perangkat yang satu ini, kurang lebih mirip dengan hard disk eksternal, namun memiliki keunggulan lebih, layaknya sebuah PC.

Tetapi Anda hanya bisa mengakses perangkat ini melalui network. NAS mampu mem-backup data-data Anda secara langsung dan mentransfernya ke hard disk Anda juga secara langsung. Menariknya, perangkat seperti wireless router dan NAS ada yang memiliki fasilitas private cloud yang memungkinkan Anda mengakses file secara online dan juga lokal.

Hal ini dapat membantu Anda yang kerap menggunakan file bersama seperti DLNA hingga iTunes server. Contoh dari NAS yang cocok Anda gunakan di rumah adalah LinkStation dari Buffalo, ataupun Qnap Home Automation. Perangkat ini juga mampu digunakan juga sebagai Personal Cloud yang bisa diakses secara lokal.

Memilih wireless router dengan storage atau network attached storage (NAS)

Teknorus.com – Kenapa Anda memerlukan wireless router? Bukankah alat tersebut digunakan untuk mengakses Internet saja ? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Peran wireless router sebagai HotSpot memang peran yang umum dan wajib. Namun demikian, wireless router masa kini sudah mempunyai banyak fungsi. Fungsi-fungsi tersebut diantaranya bisa menggantikan fungsi dari sebuah PC (karena sejatinya, router sendiri adalah komputer).

Baca juga : Gambar Keren

Anda bisa ‘menyulap’ sebuah router menjadi print server dan juga mesin download, tergantung dari jenis dan tipe perangkatnya. Lalu apa kaitan router dengan multimedia di ruang santai? Seperti kita ketahui, perkembangan teknologi juga dialami oleh TV, yang dalam hal ini adalah TV yang tergolong dalam “TV Pintar”. TV pintar saat ini sudah bisa menangkap signal Wi-Fi, bahkan Anda bisa saja browsing dan melihat video di YouTube tanpa bantuan PC.

Untuk itulah Anda bisa perlu menggunakan wireless router yang mampu menangani kebutuhan multimedia Anda di rumah. Banyak hal yang bisa jadi pertimbangan dalam memilih wireless router, seperti kuatnya jangkauan, spesifikasi, juga feature-nya. Dalam hal posisi, ada baiknya jika Anda menggunakan wireless router yang memiliki kualitas signal yang baik. Dalam hal ini, Anda bisa memperhatikan antena yang memiliki dBi yang tinggi.

Jika kurang memuaskan, Anda bisa menggantinya dengan antena lain dengan memperhatikan power output-nya. Spesifikasi wireless router juga merupakan hal yang patut diperhatikan. Wireless router kelas value di bawah Rp. 500.000,00 tentu akan jauh berbeda dibanding yang berharga jutaan rupiah. Tentu saja, kami menyarankan Anda untuk mengambil router yang berkualitas baik, yang mempunyai RAM tinggi.

Jika menggunakan wireless router yang mumpuni, Anda bisa streaming video kualitas Full-HD langsung dari wireless router tanpa merasakan lag karena spesifikasinya mendukung. Router dengan “otak” dual-core juga akan membantu Anda dan keluarga untuk streaming file berbarengan dengan lancar. Agar dapat menikmati video Anda tanpa download dari router-nya terlebih dahulu, alias streaming, Anda perlu meng-copykan file video tersebut ke storage media seperti flash disk atau hard disk eksternal terlebih dahulu.